—Blue-Cold Glass—
Chapter 7, Part 1
--—Detik Penderitaan—--
Sementara kusadari kobaran api di sekelilingku, aku tak bisa merasakan panas lagi. Tubuhku sudah terasa dingin.
Aku melirik potongan tubuh di atas permadani. Aku hanya bisa memandang begitu saja karena pandanganku pun sudah mulai kabur.
Aku sudah tahu. Aku juga akan menyusul mereka. Aku sudah tak akan bisa melakukan apapun. Aku akan mati! Mati!
Aku mulai tak sadar.
Dan samar-samar kemudian, kudengar suara seseorang. Saat sadar, aku sudah ada di rumah sakit, dan beberapa hari kemudian dokter mengatakan padaku semuanya. Menyadari bahwa sekarang aku sudah menjadi anak sebatang kara, rasanya seakan kehidupanku sudah lumpuh.
Kenapa? Aku seharusnya mati beberapa waktu lalu itu. Dan sekarang aku masih hidup. Sendirian. Terpisah dari mereka semua. Mereka yang kucintai. Kenapa harus sekejam ini? Kenapa harus aku?
Kenapa?
