—Blue-Cold Glass—
Chapter 1, Part 3
--—Snow White—--
Pemuda di sana hanya memandang sekeliling. Dia lalu melompat dari koridor dan berjalan mendekat. Nampaknya dia masih belum menyadariku. Aku berjalan mendekati ujung bayangan pohon untuk memastikannya melihatku.
Dan Joanne mulai menyadariku.
“Oh? Bukankah kau pecun tadi siang itu?” tanyanya seraya mulai tersenyum sinis.
Aku tak berniat berjalan keluar dari daerah bayang-bayang. Jadi Joanne tetap berjalan mendekatiku. Jarak di antara kami masih jauh.
“Kau tahu siapa namaku, bukan?”
Joanne tertawa, “Hahaha ... kenapa? Jadi, kau ingin aku mengingatmu, heh? Yah, baiklah. Cuma kau orang terpayah yang berani-beraninya bersikap berani seperti tadi itu. Pecundang-pecundang lainnya pasti akan sangat salut dengan keberanian mulutmu itu kalau saja mereka tahu.”
Aku menggenggam tanganku. Salah satunya tak kosong.
