Cerbung
A Painful Morning
Episode 8:
Second Guardian
Kunta tak perlu bertanya lagi. Ada
sedikit sekali sisa ruangan yang masih dapat mereka gunakan. Untuk menyimpan
tawanan, Kunta rasa hanya ada satu ruangan yang cukup pantas saat ini.
Kunta meraih handel pintu dengan sebelah tangannya. Tangannya
yang lain membawa laptop. Cklek ...
dibukanya pintu dan didapatinya seorang gadis yang terkapar di salah satu sudut
di antara ujung rak dan dinding. Kunta masuk dan menutup pintu kembali.
Ia berjalan dua langkah saja. Setelahnya ia langsung duduk
bersila. Poisinya menghadap lurus ke arah rak, dan walaupun punggungnya sudah
menempel dengan dinding, kakinya tak berjarak jauh dari rak.
Kunta meletakkan laptop di pangkuannya. Ia kembali memandang
ke arah layar laptop. Berbeda dengan sebelumnya, sekarang Kunta tak lagi menggunakan
tetikus, namun ia tetap membawa headphone-nya.
